ANALISIS TEKNIK BANTINGAN SEOI NAGE PADA JUDO DI UNIVERSITAS TSUKUBA JEPANG

Abdul Kadir Andi Ahmad

Abstract


Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui proses bantingan teknik Seoi Nage dan bentuk pergerakan dari titik berat badan Uke (yang dibanting) dari tiga posisi berdiri.  Metode yang digunakan ialah metode evaluasi terhadap beberapa pejudo terkenal Universitas Tsukuba yang menguasai teknik bantingan Seoi Nage sebagai spesialisasinya.  Empat pejudo putera (Uchimura, Yoshitaka, Kakihara, dan Kuroda) sebagai Pembanting (Tori) yang dipilih karena memiliki teknik spesialisasi (Tokugi) bantingan Seoi Nage dan mereka adalah top Judoka di Judo Klub Universitas Tsukuba, Japan.  Seorang Judoka hanya untuk dibanting (Uke) (Hijioka). Pejudo yang dibanting (Uke) berdiri di atas Force Plate dengan tiga macam posisi yaitu kedua kaki sejajar dengan jarak 30 cm. (Hon Shizentai), Kaki kanan sedikit  lebih ke depan dari kaki kiri (Migi Shizentai), dan kaki kiri lebih di depan dari kaki kanan (Hidari Shizentai).  Pembanting/penyerang (teori) melakukan bantingan teknik Seoi Nage tiga kali setiap posisi berdiri Uke tanpa menyentuh Force Plate. Penggunaan Force Plate maksudnya untuk mengetahui dan menganalisis pergerakan titik berat badan Uke dalam tiga posisi berdiri.  Penggunaan Kamera Vidio (8 mm. High speed) untuk mengetahui kecepatan dan menganalisis pergerakan bantingan dari Tori, pada saat menghilangkan keseimbangan lawan (Kushuzi), saat berpindah mengambil posisi membanting (Tsukuri), saat melakukan gerakan membanting (Kake) dan saat lawan terbanting (Nage).  Penelitian ini memperlihatkan semua dari keempat Tori menunjukkan beberapa grafik yang berbeda pada posisi Hon Shisentai, Posisi pegangan sama (Aiyotsu), dan posisi pegangan berlawanan (Kenka Yotsu),  cenderung menghasilkan dua puncak kurve.  Garis lengkung grafik di sebabkan oleh pergerakan dari Tori dalam melakukan bantingan Seoi Nage cenderung posisi badannya merendah pada saat Tsukuri dan Kake. Berdasarkan waktu yang digunakan, Uchimura dibanding yang lain  menunjukkan waktu yang tersingkat pada waktu membanting. Yoshitaka pada Kake dalam Aiyotsu dan Kenkayotsu menghasilkan waktu  tersingkat.  Kuroda pada waktu Shizentai waktunya terlama

Full Text:

PDF

References


Fujiwara, Toyosaburo, (1975) Judo For High School And College, Interscholastic Committee, Japan.

Harirington Pat, (1992) Judo A Pictoral Manual, First Tutte Edition, Japan

Inokuma, Isao, (1986) Best Judo, Kodansha International Ltd. Japan.

Kobayashi Kiyoshi, (1990) The Sport Of Judo, Forly-Third printing, Japan.

Kano, Jigoro (1989) Kodokan Judo, Kondasha International. Ltd, Tokyo & New York.

Sato Tetsuya, (1982) Vital Judo,Throwing Techniques, USA.




DOI: https://doi.org/10.17509/jko-upi.v2i1.16239

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Jurnal Kepelatihan Olahraga

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Creative Commons Licensefree hit counter

View My Stats

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.