ELEMEN DASAR KEBAHAGIAAN GEOGRAFIS
Abstract
Artikel ini bertujuan untuk membuat pembahasan secara teoritis tentang arti kebahagiaan geografis. Secara rinci, meskipun masih studi pendahuluan, disajikan elemen dasar dari pembentukan kebahagiaan geografis. Asumsi dasar dari penulisan ini, semua orang membutuhkan tempat tinggal. Kebutuhan ini tidak dapat dipuaskan hanya dengan berpindah tempat (menjelajah). Pada dasarnya, hal utama yang diperlukan adalah kemampuan beradaptasi dan bertahan hidup seseorang di lingkungannya, sambil mempertahankan keberadaannya sebagai bagian dari ekologi.
Kata kunci: kebahagiaan, ruang geografis, kebahagiaan geografis.
Full Text:
PDF (Bahasa Indonesia)References
Abdurachman, Maman, (1988). Geografi Perilaku: Suatu Pengantar Studi Tentang Persepsi Lingkungan. Jakarta: Dirjen Dikti –Depdiknas.
Chomsky, Noam. (2005). Memeras Rakyat: Neoliberaliseme dan Tantangan Global. Jakarta: Profetik. Penerjemah Ni’am Sa’diyah.
Harsojo, (1984). Pengantar Antropologi. Bandung: Bina Cipta.
Rakhmat, Jalaluddin. (2010). Tafsir Kebahagiaan. Jakarta: Serambi Ilmu Semesta.
Silver, Cheryl Simon & Defries, Ruth S., (1992). Satu Bumi Satu Masa Depan: Perubahan Lingkungan Global Kita. Bandung: Rosyda Karya. Penerjemah Lien Amalia.
Toffler, Alvin. (1987). Kejutan dan Gelombang. Jakarta: Pantja Simpati. Penerjemah S. Koesdiyantinah SB.
Weintre, Johan . (2003). Organisasi Sosial Dan Kebudayaan Kelompok Minoritas Indonesia: Studi Kasus Masyarakat Orang Rimba di Sumatra (Orang Kubu Nomaden). Laporan Studi Lapangan. UNE Australia - UGM Jogjakarta.
Zohar, Danah & Marshall, Ian., (2005), Spiritual Capital: Membedayakan SQ di Dunia Bisnis. Bandung: Mizan. Penerjemah Helmi Mustofa.
DOI: https://doi.org/10.17509/gea.v12i1.2596
DOI (PDF (Bahasa Indonesia)): https://doi.org/10.17509/gea.v12i1.2596.g1727
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2016 Momon Sudarma
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.