CERITA RAKYAT SEBAGAI BAHAN PENGAYAAN LITERASI BUDAYA BAGI PEMELAJAR BIPA TINGKAT MENENGAH

Dewi Prajnaparamitha Amandangi, Yeti Mulyati, Yulianeta Yulianeta

Abstract


Penyusunan bahan pengayaan cerita rakyat berguna untuk meningkatkan kemampuan literasi serta membentuk pengalaman apresiasi sastra bagi pemelajar BIPA. Namun, untuk merancang bahan pengayaan yang sesuai, perlu diadakan kegiatan pendahuluan untuk menganalisis kebutuhan agar bahan pengayaan yang dirancang dapat diterima dengan baik oleh pengguna di lapangan. Penelitian ini merupakan analisis kebutuhan menggunakan metode kualitatif deskriptif. Eksplorasi kebutuhan bahan pengayaan teks cerita rakyat diperoleh melalui wawancara kepada tiga pengajar BIPA tingkat menengah, angket kebutuhan untuk pemelajar BIPA, dan analisis dokumen bahan pengayaan cerita rakyat pada laman BIPA daring Kemendikbud. Hasilnya, seluruh pengajar memerlukan adanya penyusunan bahan pengayaan cerita rakyat untuk meningkatkan kemampuan apresiasi sastra dan literasi budaya bagi pemelajar BIPA tingkat menengah. Selanjutnya, penyesuaian konten dan bentuk penyajian perlu dilakukan sebagai inovasi pada bahan pengayaan cerita rakyat bagi pemelajar BIPA berupa muatan, atau pengetahuan yang memiliki nilai kearifan lokal, nilai pariwisata, nilai sosial dan lain sebagainya.


Keywords


aAnalisis kebutuhan; cerita rakyat; bahan pengayaan; BIPA; tingkat menengah

Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.17509/bs_jpbsp.v20i2.33056

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra



    p-ISSN 1412-0712  |  e-ISSN 2527-8312

Lisensi Creative Commons

JPBS is published by:

Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra (Faculty of Language and Literature Education), Universitas Pendidikan Indonesia,

in cooperation with

TEFLIN, and APPBIPA

View My Stats